July 23, 2009

July 20, 2009

Hari Senin, libur Isra Miraj. Lagi-lagi kami sekeluarga diajak Mamank & Tiji piknik :)
Agendanya yaitu makan-makan. Tempat yang dipilih DJ's Kampung Aer di Alam Sutera Serpong. Jam 10 kami sekeluarga besar sudah menuju ke lokasi. Ternyata tempatnya enak & pemandangannya segar. Berbentuk saung-saung dengan makanan ala sunda. Ada tempat bermain anak di dalam area restoran, meskipun kecil, tapi Rafa & Kakak Belva senang bermain disitu.
Selesai makan, rencana awal adalah mengajak Rafa berenang di kolam renang khusus anak-anak yang berlokasi di kompleks restoran itu. Sayangnya Rafa terlalu lelah & tidur! Akhirnya kami pulang, tapi sebelumnya mobil putar-putar dulu di daerah Serpong, melewati Teras Kota yang baru setengah jadi, melintas di Ocean Park, baru pulang.
Di Rest Area Karang Tengah, kita mampir dulu untuk isi bensin & nongkrong di Dunkin Donuts. Dari situ baru pulang dengan mata berat, perut kenyang, hati senang :)

July 15, 2009

Hari ini pengalaman pertama Rafa pergi ke Sea World Ancol. Sebetulnya sudah sejak lama Mamanknya Rafa ingin mengajak dia pergi kesana, tp blm pernah ada waktu yg tepat. Sampai akhirnya saya sengaja mengambil cuti dari kantor, cukup 1 hari saja, karena setelah dipikir-pikir lebih enak ke Sea World di hari kerja supaya lowong selama melihat-lihat disana.
Jam 8.15 pagi kami sdh berangkat dr rumah. Rombongan terdiri dari Rafa, saya, Mamank, Tiji, Aki & Nininya Rafa. Lalu lintas di Tol Kebon Jeruk cukup padat, barulah selepas pintu tol Tomang yang menuju ke arah Taman Anggrek, mobil dapat berjalan dgn lancar.
Kami tiba di Ancol sekitar pukul 9.30, bintang rombongan hari itu alias Rafa tertidur, sehingga kita putuskan untuk melihat-lihat dulu di Pasar Seni sambil menunggu dia bangun.
Kebetulan di Pasar Seni sedang ada Pameran Tekstil & Tenun Indonesia. Banyak kain khas daerah-dareah di Indonesia yang dipamerkan berikut penjelasan mengenai masing-masing kain. Ada juga hasil karya designer Indonesia dalam bentuk baju malam yang diolah dari kain tradisional. Yang menarik tentu saja special art dalam bentuk kain dari seniman-seniman Indonesia.
Setelah Rafa terbangun, langsung saja ke tujuan utama; Sea World! Oya, sejak beberapa hari sebelumnya kami di rumah sudah menjelaskan kpd Rafa bhw dia akan diajak ke Sea World, tempat dimana dia bisa melihat big fish yang banyak. Tetapi ternyata tetap saja penjelasan kita itu di luar bayangan seorang Rafa. Karena sesampainya di dalam Sea World, Rafa terlihat kaget & takjub! hehe..
Setelah puas melihat segala bentuk & ukuran ikan yang dipamerkan, termasuk atraksi special pada jam 11 siang yaitu melihat para penyelam memberi makan ikan, akhirnya alarm perut kami mulai memanggil. Diputuskan untuk makan siang di Pizza Hut Ancol. Di tempat inilah Rafa seperti baru pulih dari kekagetannya ;) Dia tertawa senang, bahagia berlebihan, sehingga menghasilkan tingkah polah & suara-suara yang lucu. Oya tentunya semua kegiatan di atas tidak luput dari acara foto-foto dong...
Selepas rehat cukup lama di Pizza Hut, membersihkan badan & mengganti kaos Rafa, leyeh-leyeh & sholat, badan sudah tercharge kembali, kami pun meneruskan acara kembali ke Pasar Seni. Setelah melihat-lihat sebentar disana, kami pun pulang.
Keluar tol dalam kota di daerah Slipi ternyata macet luar biasa ke arah yang memutar ke Tol Kebon Jeruk. Sepertinya Mamank tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk tentunya...berjalan-jalan lagi! Akhirnya kami pun lanjut ke Pacific Place ;)
Kebetulan sedang ada pameran coklat yg disponsori oleh silver queen, dalam bentuk King Kong yang besar sekali dikelilingin gedung-gedung tinggi yang terbuat dari coklat! hemm... melihat & mencium baunya saja sdh yummy banget! Tak lupa kita foto-foto di area itu. Terus lanjut ke Toko Buku Aksara, dimana Rafa memilih & membawa sendiri ke kasir buku favoritnya yaitu Brainy Baby edisi alphabet. Selepas bayar, langsung minta dibuka & dilihat-lihat tentu saja. Kata Mamank persis Ibunya, ga boleh lihat buku ;)
Dari situ kita ngemil sore di Urban Kitchen, foto-foto, mampir sebentar beli oleh-oleh di Kem Chicks Supermarket buat Bi Danti yang ga bisa ikut, terus pulang deh...
Cape tapi senang... Yang lebih penting adalah melihat tawa bahagia di wajah Rafaku :)



July 17, 2009

July 12, 2009

Sepulangnya kami sekeluarga dari pernikahan sepupuku Oki dengan Ecy, tiba-tiba saja Rafa menamai adiknya yg msh di dalam perutku dengan nama Ade Anit!
Ngga tau dapat nama dari nama (aku curiga dia "mengambil inspirasi" dari Ade Adit, nama sepupunya). Hehehe... yang pasti nama itu masih bertahan sampai hari ini!

July 03, 2009

La Tahzan for Mothers, Asma Nadia dkk.


Sebenarnya sudah cukup lama saya melihat buku ini di toko buku, saya juga sempat membaca resensi di belakang sampul bukunya, tapi saya belum tertarik untuk membelinya. Formatnya mirip dengan buku Chicken Soup For The Soul, berisi kumpulan cerita pendek dari masing-masing orang dengan pengalaman & kisahnya masing-masing, tetapi menilik judulnya tentunya buku ini lebih bernuansa islami.
Kira-kira seminggu yang lalu, saya main ke mejanya Dede, teman seruangan saya di kantor, ternyata dia sedang membaca buku ini dan dia bilang buku ini bisa memberinya semangat di kala dia sedang sedih atau lelah saat mengurus anak-anaknya. Kebetulan hari itu pekerjaan saya sedang agak lowong, maka saya pun membaca buku tersebut di ruangan Dede.
Tagline dari buku ini sangat menarik, "Allah, karuniakan kepada setiap Bunda rasa ikhlas, kesabaran, dan cinta".
Saya pun mulai membaca halaman demi halaman, karena buku ini tidak setebal buku-buku yang sering saya baca (dibandingkan dengan Harry Potter atau Twilight Series, buku ini termasuk kategori tipis), maka dalam waktu singkat saya merampungkannya. Ternyata saya menemukan bahwa buku ini sangat menarik!
Kisah demi kisah para Ibu tentang pengalaman & suka duka mereka dalam membesarkan & merawat anak-anaknya sangat menarik dan sangat beragam. Ada yang membuat tenggorokan saya tercekat saat membacanya, ada yang membuat saya sedih, ada yang mirip dengan apa yang saya alami, tetapi ada pula yang menurut saya biasa saja.
Satu hal yang sangat membekas dalam diri saya setelah membacanya adalah, bahwa saya tidak sendiri! Ada banyak ibu-ibu lain di luar sana yang merasakan apa yang saya rasakan, yang mengalami apa yang saya alami, lebih ringan ataupun bahkan lebih buruk.
Menjadi ibu untuk pertama kalinya, merasakan menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya, sering membuat saya bertanya-tanya, apakah saya sudah menjadi ibu yang baik bagi anak saya? Terus terang, sejak melahirkan Rafa, my sunshine, saya merasakan perubahan yang sangat besar dalam diri saya, baik dari segi fisik, emosi maupun kepribadian. Saya tetap saya tetapi bukan orang yang sama seperti yang saya kenal. Sampai saat ini saya merasa belum bisa menjadi ibu yang baik bagi Rafa. Saya sering merasa gamang & tidak percaya diri. Banyak hal yang sudah terjadi yang saya lakukan kepada Rafa yang sering saya sesali dan berpikir seandainya saya bersikap berbeda saat itu. Apalagi dengan kondisi saya saat ini yang sedang hamil anak kedua, yang sering membuat saya menjadi lebih mudah lelah, lebih tidak sabar, dan sering tidak memiliki stamina yang cukup untuk mendampingi seorang anak di bawah 2 tahun yang sedang lincah-lincahnya, lucu-lucunya dan sedang mencapai fase ingin tahu tentang segala hal baru. Terlebih lagi saya memiliki role model yaitu Ibu saya sendiri, yang menurut saya, saya masih jauh sekali dari cara beliau dalam membesarkan anak-anaknya.
Membaca buku ini membuat saya berpikir ulang bahwa apa yang saya rasakan & alami selama ini adalah wajar saja. Saya tidak perlu menjadi seorang super woman atau orang yang sempurna di mata anak saya. Seperti kutipan kalimat dari salah satu cerita seorang Ibu di halaman 195 yang merupakan favorit saya, bahwa "Aku bukan siapa-siapa, tapi aku ibu anakku". Hemm...perfecto!
Benang merah dari semua kisah di buku ini adalah, tidak boleh lupa untuk bersyukur karena telah diberi karunia yang luar biasa berupa kehadiran seorang anak, yang seharusnya kehadirannya melebihi segala keletihan, kesedihan dan apapun hal negatif yang kita rasakan. It's really a wake up alarm for me.
Anyway, saya pikir buku ini cukup bagus untuk dibaca oleh para Ibu, terutama bagi yang baru menjadi seorang Ibu seperti saya. Bahkan kalimat pembuka dari sang penulis utamanya pun, Asma Nadia, adalah "Sungguh, tulisan ini HARUS dibaca oleh setiap ibu rumah tangga. Sebab, akan membuat setiap ibu merasa jauh lebih baik, dan bisa melihat potensinya lebih tinggi dari seharusnya. Sungguh, tulisan ini juga WAJIB dibaca oleh setiap suami, sehingga bisa semakin bersyukur dengan pasangan yang dimiliki.".

Jak, 379

6, 28

saat ini sepertinya tdk memiliki stamina alias kondisi fisik yg prima u/ dpt mendampingi rafa dlm keseharian.
cepet cape,kaki yg lelah,perut yg bertambah besar,rasa kantuk yg kerap hadir,membuat tubuh mjd dlm kondisi not good yg pd akhirnya berefek pd tingkat kesabaran yg menurun (klo tdk bs dikatakan menipis) yg membawa dampak jelek pd cara&sikap dlm menghadapi rafa, well of course it's a big no-no!
smp saat ini blm tau formula yg tepat dlm mengatasi kondisi fisik ini :-(

June 18, 2009

5, 27

can't be near him for couple days make me realize more that I do love him very much...
then next time we're together again, I promise myself to love him deeper, treat him more patiently, and bless his presence as a most precious gift...
'cos in the end of my weary days, he's the only thing that matters...

may 26, 2009

kena Mumps...
berpisah sementara dgn matahariku, hanya dpt mendengar suaranya dr ruang yg berbeda, tdk dpt mencium aroma khas tubuhnya selama beberapa waktu, and many things I missed from him...
tetap berusaha tuk segera sehat dgn disiplin minum obat,vitamin&madu,makanan bergizi,full istirahat,demi the baby ♀ inside me...
last but not least,tetap ingat kepadaNya...