
Sebenarnya sudah cukup lama saya melihat buku ini di toko buku, saya juga sempat membaca resensi di belakang sampul bukunya, tapi saya belum tertarik untuk membelinya. Formatnya mirip dengan buku Chicken Soup For The Soul, berisi kumpulan cerita pendek dari masing-masing orang dengan pengalaman & kisahnya masing-masing, tetapi menilik judulnya tentunya buku ini lebih bernuansa islami.
Kira-kira seminggu yang lalu, saya main ke mejanya Dede, teman seruangan saya di kantor, ternyata dia sedang membaca buku ini dan dia bilang buku ini bisa memberinya semangat di kala dia sedang sedih atau lelah saat mengurus anak-anaknya. Kebetulan hari itu pekerjaan saya sedang agak lowong, maka saya pun membaca buku tersebut di ruangan Dede.
Tagline dari buku ini sangat menarik, "Allah, karuniakan kepada setiap Bunda rasa ikhlas, kesabaran, dan cinta".
Saya pun mulai membaca halaman demi halaman, karena buku ini tidak setebal buku-buku yang sering saya baca (dibandingkan dengan Harry Potter atau Twilight Series, buku ini termasuk kategori tipis), maka dalam waktu singkat saya merampungkannya. Ternyata saya menemukan bahwa buku ini sangat menarik!
Kisah demi kisah para Ibu tentang pengalaman & suka duka mereka dalam membesarkan & merawat anak-anaknya sangat menarik dan sangat beragam. Ada yang membuat tenggorokan saya tercekat saat membacanya, ada yang membuat saya sedih, ada yang mirip dengan apa yang saya alami, tetapi ada pula yang menurut saya biasa saja.
Satu hal yang sangat membekas dalam diri saya setelah membacanya adalah, bahwa saya tidak sendiri! Ada banyak ibu-ibu lain di luar sana yang merasakan apa yang saya rasakan, yang mengalami apa yang saya alami, lebih ringan ataupun bahkan lebih buruk.
Menjadi ibu untuk pertama kalinya, merasakan menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya, sering membuat saya bertanya-tanya, apakah saya sudah menjadi ibu yang baik bagi anak saya? Terus terang, sejak melahirkan Rafa, my sunshine, saya merasakan perubahan yang sangat besar dalam diri saya, baik dari segi fisik, emosi maupun kepribadian. Saya tetap saya tetapi bukan orang yang sama seperti yang saya kenal. Sampai saat ini saya merasa belum bisa menjadi ibu yang baik bagi Rafa. Saya sering merasa gamang & tidak percaya diri. Banyak hal yang sudah terjadi yang saya lakukan kepada Rafa yang sering saya sesali dan berpikir seandainya saya bersikap berbeda saat itu. Apalagi dengan kondisi saya saat ini yang sedang hamil anak kedua, yang sering membuat saya menjadi lebih mudah lelah, lebih tidak sabar, dan sering tidak memiliki stamina yang cukup untuk mendampingi seorang anak di bawah 2 tahun yang sedang lincah-lincahnya, lucu-lucunya dan sedang mencapai fase ingin tahu tentang segala hal baru. Terlebih lagi saya memiliki role model yaitu Ibu saya sendiri, yang menurut saya, saya masih jauh sekali dari cara beliau dalam membesarkan anak-anaknya.
Membaca buku ini membuat saya berpikir ulang bahwa apa yang saya rasakan & alami selama ini adalah wajar saja. Saya tidak perlu menjadi seorang super woman atau orang yang sempurna di mata anak saya. Seperti kutipan kalimat dari salah satu cerita seorang Ibu di halaman 195 yang merupakan favorit saya, bahwa "Aku bukan siapa-siapa, tapi aku ibu anakku". Hemm...perfecto!
Benang merah dari semua kisah di buku ini adalah, tidak boleh lupa untuk bersyukur karena telah diberi karunia yang luar biasa berupa kehadiran seorang anak, yang seharusnya kehadirannya melebihi segala keletihan, kesedihan dan apapun hal negatif yang kita rasakan. It's really a wake up alarm for me.
Anyway, saya pikir buku ini cukup bagus untuk dibaca oleh para Ibu, terutama bagi yang baru menjadi seorang Ibu seperti saya. Bahkan kalimat pembuka dari sang penulis utamanya pun, Asma Nadia, adalah "Sungguh, tulisan ini HARUS dibaca oleh setiap ibu rumah tangga. Sebab, akan membuat setiap ibu merasa jauh lebih baik, dan bisa melihat potensinya lebih tinggi dari seharusnya. Sungguh, tulisan ini juga WAJIB dibaca oleh setiap suami, sehingga bisa semakin bersyukur dengan pasangan yang dimiliki.".
Jak, 379







Jeung D ...
ReplyDeleteResensi yg indah ...
Mbuatku ttarik utk mbaca karya jeung "Asma" ...
Ditunggu tulisan indah brikutnya ... yuuukkksss .... :-)